HP Suka Mati Sendiri

Cara Atasi HP Suka Mati Sendiri

HP Suka Mati Sendiri – Sudah pasti sangat menjengkelkan bukan, kalau HP yang lagi enak-enaknya di gunakan, eh tiba-tiba mala mati dengan sendirinya. Kalau tidak mati sendiri, kadang-kadang HP suka restart sendiri.

Bagaimana tidak, apalagi saat sedang bekerja, HP malah mati secara mendadak dan bisa-bisa data kerjaannya belum tersimpan. Sudah pasti kesel dan rasanya ingin membanting HP-nya, kan.

Namun masalah seperti ini bukanlah masalah yang baru, karena sudah banyak pengguna ponsel yang mengalaminya, termasuk saya sendiri. Kejadian ini juga tidak lama, di mana HP yang saya gunakan terkadang suka mati dengan sendirinya tanpa ada tanda-tanda sebelumnya.

Masalahnya muncul pada saat saya sedang membuka sebuah aplikasi, entah Facebook atau Instagram dan lainnya. Memang sih tidak terlalu sering terjadi, tapi agak mengganggu juga.

Nah, apakah kalian mengalami masalah yang sama? Jika iya, silakan simak pembahasan ini sampai akhir ya.

Apa Penyebab HP Suka Mati Sendiri?

Ada banyak faktor yang menjadi penyebab HP sering mati dengan sendirinya, namun ada beberapa yang paling umum dan sering terjadi. Diantaranya itu seperti:

  1. Sistem Mengalami Crash
    Kondisi seperti ini umumnya di tandai dengan HP yang sering macet, lag dan sejenisnya, sebelum benar-benar mati sendiri.
  2. Baterai HP Rusak atau Bermasalah
    Komponen baterai HP yang sudah rusak atau sudah tua bisa juga menjadi penyebab HP suka mati sendiri saat di gunakan.
  3. Status Indikator Baterai Error
    Masalah ini sudah sangat umum terjadi dan bisa juga menjadi pemicu HP yang suka mati dengan sendirinya. Misalnya saja indikator HP menandakan daya baterai masih tersisa 90%, padahal sebenarnya hanya tersisa 4% saja.
  4. Ponsel Terlalu Sering Panas
    Kondisi yang satu ini sering di sebut dengan overheat. Yang mana kondisi di mana chipset (komponen HP) yang temperaturnya terlalu panas.
  5. Efek Dari Melakukan Root
    Rooting pada HP Android memang mempunyai banyak manfaat, tapi juga bisa membuat sistem menjadi tidak stabil. Sehingga bisa membuat HP menjadi mati secara tiba-tiba.
  6. Ada Komponen HP yang Bermasalah (rusak)
    Untuk komponen yang lebih spesifiknya itu berbeda-beda, bisa dari yang ringan-ringan sampai yang lebih berat, seperti komponen IC misalnya.

Selain itu memang masih ada faktor lain yang membuat HP sering mati sendiri, hanya saja sedikit yang mengalaminya.

Penting : Untuk HP yang suka mati sendiri ini lain ceritanya dengan HP yang suka restart secara tiba-tiba, ya. Selain penyebabnya, cara mengatasinya juga berbeda dengan pembahasan yang saya buat di sini.


Baca Juga : Mengenal Notch Pada HP


Cara Mengatasi HP Suka Mati Sendiri

Pada dasarnya hampir semua perangkat elektronik seperti HP itu memang mempunyai berbagai kelebihan. Meski begitu, di balik kelebihan yang ada di dalamnya, kita juga pasti akan mengalami kerusakan. Salah satunya seperti yang sedang kita bahas kali ini, yaitu HP yang suka mati dengan sendirinya.

Untuk permasalahan ini kita akan membagi penyebabnya menjadi dua, ya. Pertama itu pada komponen dan yang kedua adalah sistem.

Walaupun kita bagi kedalam dua kelompok, cara mengatasinya tidak hanya akan cukup dengan satu atau dua cara saja. Melainkan lebih dari itu, karena dari dua pengelompokan tadi masih bisa di bagi menjadi beberapa.

Nah, agar kalian tidak bingung, berikut akan saya jelaskan beberapa caranya untuk kalian.

1. Coba Perbaiki Informasi Status Baterai

Seperti yang sudah saya sebutkan tadi, kalau indikator baterai pada HP yang bermasalah juga dapat memicu terjadinya masalah ini. Kenapa? Karena hal tersebut akan membuat ponsel kehabisan daya baterai tanpa kita sadari.

Sebagai contoh sederhananya, pada indikator HP menandakan kalau baterai masih terisi 50%, padahal sebenarnya daya baterai hanya tersisa 5% saja.

Penyebabnya:

  • Sesudah Memperbaharui Sistem
    Biasanya setelah sistem di perbaharui (update) ponsel tidak selamanya akan stabil. Kemungkinan bisa ada sebuah bug tertentu yang muncul setelah pembaharuan selesai. Contohnya seperti yang sedang kita bahas hari ini.
  • Efek Setelah Root
    Proses rooting pada HP Android juga terkadang bisa menjadi penyebab status baterai mengalami masalah / error. Namun ini umumnya tergantung dari tipe dan merek HP yang di gunakan.
  • Memasang Custom ROM
    Ketika mengganti Custom ROM, biasanya status baterai juga bisa menjadi error dan membuatnya menjadi tidak akurat. Sehingga memicu HP sering mati dengan sendirinya.

Solusinya bagaimana? Yaitu dengan menggunakan cara yang sering di sebut dengan nama kalibrasi baterai HP Android. Kalian bisa menggunakan bantuan dari aplikasi tambahan yang ada di Google Play Store.

Penting:

Melakukan kalibrasi baterai itu berfungsi untuk memperbaiki status baterai pada HP yang mengalami error dan bukan untuk membuat baterai menjadi lebih awet atau baru lagi, ya.

Jika kalian memang ingin membuat daya baterai pada HP tetap hemat ketika di gunakan, kalian bisa mencoba cara membersihkan RAM yang sedang di gunakan oleh sistem maupun aplikasi.

2. Perbaiki Sistem HP yang Crash

Perlu kalian ketahui kalau sistem yang saya maksudkan di sini itu adalah sistem ROM yang terpasang pada ponsel, ya. Jadi, selain itu tidak termasuk dalam solusi yang satu ini.

Nah, menurut sudut pandang saya pribadi, masalah HP yang suka mati tiba-tiba saat di gunakan itu bisa di sebabkan oleh masalah ini. Namun kondisi ini lebih sering terjadi pada HP-HP keluaran lama dan jangka waktu penggunaannya sudah di atas 3 tahun.

Penyebabnya:

  1. Sistem ROM yang terinstal tidak stabil atau tidak cocok.
  2. Memori internal penuh.
  3. Terlalu banyak aplikasi yang terpasang.
  4. Adanya bug pada sistem ROM yang terpasang.

Bagaimana cara mengatasinya? Yaitu dengan cara memperbaiki bagian sistem ROM yang terpasang pada HP. Atau bisa mencoba salah satu solusi berikut:

1. Perbaharui Sistem Pada HP

Masing-masing vendor HP biasanya akan melakukan pembaharuan pada sistem dalam beberapa waktu sekali. Bisa 5 bulan sekali atau satu tahu sekali, tergantung vendor HP masing-masing.

Untuk apa melakukan update sistem? Ya, untuk membuat sistem pada HP berjalan lebih stabil dan memperbaharui atau menambahkan fitur-fitur terbaru. Cara update-nya bisa melalui PengaturanTentang HPUpdate.

2. Rollback Sistem

Sedangkan Rollback ini kebalikan dari update, ya. Yang mana kalau “update” itu artinya memperbaharui, sedangkan “rollback” itu artinya mengembalikan sistem ke versi aslinya atau lama.

3. Reset Pabrik

Hampir 80% masalah pada sistem itu dapat kita atasi dengan cara melakukan reset HP ke pabrik. Manfaatnya adalah untuk mengembalikan semua pengaturan HP ke kondisi awal (baru) sehingga sistem dapat kembali stabil lagi.

Bagaimana caranya? Yaitu dengan membuka menu pengaturan lalu pilih cadangkan dan setel ulang kemudian ketuk opsi kembalikan HP ke pengaturan pabrik. Terakhir tinggal menunggu sampai ponsel kembali menyala.

Tapi sebelum itu, pastikan juga kalau kalian sudah melakukan backup terhadap data penting yang ada pada ponsel. Jika belum tahu caranya, bisa baca di pembahasan sebelumnya tentang cara backup data penting di Android.

3. Atasi Masalah Overheat Pada HP

HP yang terlalu sering panas juga bisa menimbulkan banyak masalah, salah satunya seperti HP yang suka mati sendiri. Penyebabnya cukup beragam, contohnya karena terlalu banyaknya aplikasi yang berjalan secara bersamaan.

Selain itu, faktor bawaan dari komponen HP juga bisa menjadi penyebabnya, terutama pada chipset processor. Ini mungkin dikarenakan komponen tersebut kurang stabil sehingga menimbulkan panas yang berlebihan.

Terus, bagaimana sulusinya? Solusi dari HP yang cepat panas ini sebenarnya ada banyak dan jika saya jelaskan satu-satu akan sangat panjang jadinya. Tapi jangan khawatir, karena kalian bisa mendapatkan solusinya di blog ini dengan mencari artikel cara mengatasi HP panas.

Penting:

Sangat penting sekali untuk mengatasi masalah overheating pada HP secepatnya. Sebab jika hanya di biarkan saja, kondisi ini dapat membuat beberapa komponen pada HP menjadi rusak dan tidak dapat di gunakan lagi.


Baca Juga : Cara Menghilangkan Green Screen


4. Lakukan Unroot Ketika HP Mati Sendiri

Nah, perlu kalian ketahui kalau masalah root ini ada kaitannya dengan crash pada sistem HP. Bukan tidak mungkin kalau ada beberapa aplikasi yang akan berjalan dengan hak admin tanpa sepengetahuan kita, lho.

Meski memiliki manfaat, namun HP yang sudah di root terkadang juga bisa membuat performanya menjadi menurun, bahkan bisa membuatnya hang. Namun ini bisa terjadi apabila proses root yang di lakukan tidak benar atau ada kesalahan.

Oleh karena itu, saya sangat menyarankan untuk melakukan unroot pada HP yang sudah di root. Tujuannya tentu untuk menghilangkan akses root yang sebelumnya kalian buat.

Bagaimana caranya?

Sebenarnya tidak sulit kok, hanya saja setiap HP mempunyai cara yang berbeda-beda. Maka dari itu, saya tidak dapat menjelaskannya caranya di dalam pembahasan ini. Tapi kalian bisa mendapatkan informasi lengkapnya di google dengan mengetikan kata kunci cara unroot lalu tambahkan tipe HP yang di gunakan.

5. Bersihkan File Sampah yang Menumpuk

Ketika HP Android di gunakan, maka secara otomatis sistem akan menyimpan sebuah file cache kedalam memori internal. Meski cukup bermanfaat, namun lama kelamaan file cache akan terus menumpuk dan membuat memori internal penuh kemudian kinerja HP akan semakin lambat.

Dalam beberapa kasus, file cache ini lebih banyak di temukan apa aplikasi dan browser. Apalagi pada aplikasi yang sering kalian gunakan setiap hari, misalnya aplikasi media sosial.

Bagaimana cara membersihkannya? Caranya sebenarnya sangat mudah sekali untuk kalian lakukan sendiri di rumah. Berikut beberapa cara yang bisa kalian coba terapkan:

1. Dengan cara manual

Cara yang pertama kalian bisa melakukannya secara manual, yaitu dengan menghapus satu persatu file cache pada aplikasi. Caranya:

  • Buka Pengaturan.
  • Lalu cari Daftar Aplikasi.
  • Pilih Aplikasi Terinstal.
  • Berikutnya cari aplikasi yang sering digunakan.
  • Terakhir tekan Clear Cache.

2. Dengan cara otomatis

Jika kalian malas untuk melakukannya dengan cara manual, maka bisa mencoba memakai bantuan aplikasi pihak ketiga. Sehingga pembersihan file cache dapat berlangsung dengan cepat.

Untuk aplikasi seperti ini ada banyak, kalian tinggal memilih salah satu yang di rasa cocok digunakan.

3. Dengan cara me-reset HP

Selain dua cara di atas, sebenarnya masih ada cara cepat lainnya yang bisa kalian coba. Yang mana adalah dengan me-reset HP kembali ke pabrik.

Namun sebelum memulainya, ada hal penting yang wajib kalian ketahui sebelum melakukan reset pabrik. Yaitu jangan lupa untuk membackup data penting di Android agar nantinya data tersebut tidak hilang saat proses reset pabrik berlangsung.

Caranya juga sudah saya bahas sebelumnya, jadi kalian bisa ikuti langkah-langkahnya di atas, ya.

6. Atasi HP Suka Mati Sendiri Dengan Reset

HP yang sudah memiliki umur yang lama, tentu komponen di dalamnya akan secara otomatis menjadi lemah. Hal ini tentu dikarenakan efek dari pemakaian dalam jangka waktu panjang.

Sistem pada HP tua tidak akan stabil seperti ponsel baru lagi. Ini juga termasuk karena file sampahnya yang sudah sangat menumpuk terlalu banyak pada penyimpanan.

Oleh karena itulah HP yang suka mati sendiri lebih sering di jumpai pada ponsel yang sudah berumur, ketimbang HP yang masih baru. Lalu cara mengatasinya gimana? Apakah kita harus mengganti HP tersebut?

Tentu tidak seperti itu kok. Karena kita bisa mengatasinya dengan melakukan reset serta mengganti komponen baterai yang ada pada HP. Dengan begitu, kinerja HP biasanya akan menjadi normal kembali. Meski tidak sebagus HP baru, tapi cukup lah untuk mengatasi masalah HP sering mati sendiri.

7. Scan Dengan Antivirus

Untuk yang selanjutnya ini sengaja tidak saya tulis di atas, sebab virus merupakan hal yang sangat jarang muncul pada HP. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada HP kita ya.

Walaupun jarang terjadi, tapi solusinya tetap akan saya tulis pada pembahasan kali ini. Gunanya untuk mengatasi kemungkinan HP terserang oleh virus atau malware.

Kenapa sih virus bisa membuat HP suka mati sendiri?

Tentu ini karena virus tersebut merupakan sebuah program yang sering berjalan tanpa kita sadari. Jika programnya ringan, kemungkinan tidak akan menimbulkan masalah pada HP.

Tapi jika program tersebut memakai resource memori yang banyak, maka sudah pasti bakal membuat HP menjadi tidak stabil saat di gunakan.

Cara mengatasi masalah ini, kalian bisa coba menggunakan Antivirus yang sudah tersedia di Google Play Store. Biasanya sih sudah cukup untuk mengatasi serangan virus pada HP.


Baca Juga : Cara Private Number


8. Pakai Aplikasi RAM Cleaner

Seperti yang saya jelaskan tadi, ketika memori RAM HP penuh, maka dapat membuat HP tiba-tiba mati dengan sendirinya. Umumnya terjadi pada saat kita sedang membuka banyak aplikasi sekaligus.

Solusinya? Kalian bisa coba menggunakan aplikasi pihak ketiga yang bernama RAM Cleaner. Singkatnya, aplikasi ini memiliki fungsi untuk mengoptimalisasi RAM pada HP secara otomatis atau tidak cepat penuh.

Tapi ingat, ya. Aplikas RAM Cleaner tidak bisa menambah RAM pada HP Android.

Terus, penting gak sih menggunakan aplikasi RAM Cleaner? Sebenarnya sih tergantung, ya.

Apabila kalian dapat mengatur semua aplikasi yang sedang berjalan secara manual, maka aplikasi RAM Cleaner ini tidak di butuhkan. Namun lain lagi jika kalian tidak paham mengenai aplikasi apa saja yang sedang berjalan pada HP. Maka penggunaan RAM Cleaner adalah solusinya.

9. Ganti Komponen Baterai Jika Rusak

Disini saya ingin bercerita sedikit ke kalian, yang mana HP Realme 3 Pro saya kebetula pernah dan bisa di bilang sering mengalami masalah restart sendiri. Selain itu, terkadang juga pernah mati dengan sendirinya ketika sedang di gunakan.

Setelah saya coba telusuri, ternyata masalah tersebut di sebabkan karena baterainya sudah sangat lama serta penyimpanan internal penuh. Akibatnya sistem pada HP mengalami crash ketika di gunakan.

Lalu apa yang saya lakukan? Ternyata sangat mudah. Di mana saya hanya coba mengganti komponen baterai saja dan me-reset HP kembali ke pabrik.

Apakah berhasil? Tentu saja berhasil, HP saya bisa kembali normal seperti semula. Jadi, bagi kalian yang sekiranya mempunyai masalah yang sama dengan saya, mungkin bisa mempertimbangkannya lagi.

10. Perbaiki Komponen yang Rusak Pada HP yang Suka Mati Sendiri

Poin terakhir, apabila solusi sebelumnya sudah kalian lakukan namun hasilnya masih tetap tidak sesuai. Maka ada kemungkinan salah satu komponen pada HP mengalami masalah (rusak).

Penyebab komponen HP yang rusak itu ada banyak sekali faktornya. Mulai dari baterai, sampai dengan masalah pada komponen IC.

Solusinya adalah sebagai berikut:

  1. Ganti Baterai HP
    Jika positif baterai HP rusak, maka silakan kalian coba ganti baterainya terlebih dahulu. Atau bisa juga coba gunakan baterai HP lain asalkan sesuai dengan ponsel kalian.
  2. Periksa Bagian Konektor Antara Baterai Dengan HP
    Konektor ini memiliki bentuk seperti per yang berwarna kuning keemasan serta terletak di ujung tempat bertemunya kuningan pada baterai. Pastikan tidak ada karat atau kotoran yang menempel, sebab bisa mengganggu penghantaran listrik antar baterai.
  3. Bawa ke Service Center
    Apabila masih tidak ada jalan, kemungkinan besar memang ada kerusakan pada komponen IC HP. Jika kalian tidak terlalu mengerti, ada bagusnya untuk membawa HP ke tempat service center saja.

Penting:

Terjadinya kerusakan pada komponen dapat di picu oleh faktor internal ( panas dan sejenisnya ) atau eksternal ( HP terkena air atau sejenisnya ). Maka dari itu, untuk kedepannya kalian wajib untuk lebih berhati-hati lagi agar masalah serupa tidak terulang kembali.

Penutup

Ponsel Android yang restart atau suka mati sendiri, sebenarnya tidaklah berbahaya. Asalkan penyebabnya buka di karenakan oleh komponen yang rusak, melainkan masalah pada sistemnya.

Jika intensitas masalahnya tidak terlalu sering, tidak di perbaiki pun sebenarnya tidak masalah kok. Karena tidak akan berdampak apa pun pada HP kita.

Baiklah, mungkin sampai di sini dulu pembahasan yang dapat saya hadirkan untuk kalian tentang cara atasi HP suka mati sendiri. Jika ada pertanyaan, silakan tuliskan saja di kolom komentar.

Semoga bermanfaat, ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.